Rafi

Balasan Forum telah dibuat

Melihat 6 tulisan - 1 sampai 6 (dari total 6)
  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • Rafi
    Peserta

    Penghancuran pirokarbon (arang pirolisis) dapat memakai hammer mill, pin mill, atau jet mill untuk fraksi halus, dengan pengeluaran logam terlebih dahulu memakai separator magnet. Bahan ini abrasif dan menghasilkan debu halus. Dinginkan arang di bawah sekitar 50-60 derajat Celsius dalam atmosfer inert sebelum dihancurkan karena arang panas dapat menyala saat kontak udara. Sediakan penangkap debu, grounding, dan ventilasi ledakan.

    Rafi
    Peserta

    Pada IPAL limbah timbal dari daur ulang aki, air limbah bersifat asam sehingga netralisasi dengan kapur atau soda diikuti presipitasi hidroksida atau karbonat pada pH sekitar 9-10 adalah langkah utama. Presipitasi sulfida atau fosfat memberi sisa timbal lebih rendah. Setelah itu lakukan flokulasi, pengendapan, dan penyaringan. Lumpur timbal termasuk limbah B3 dan perlu ditangani hati-hati, termasuk ruang kerja yang berventilasi baik.

    Rafi
    Peserta

    Cara yang lazim untuk pengolahan limbah sianida adalah klorinasi alkali dua tahap: pada pH 10 atau lebih dengan natrium hipoklorit sianida dioksidasi menjadi sianat, lalu pada pH sekitar 8-8,5 menjadi karbon dioksida dan nitrogen. Alternatifnya hidrogen peroksida atau proses SO2 dengan udara. Pantau ORP dan pH. Jangan pernah mencampur limbah sianida dengan aliran asam karena akan melepaskan gas hidrogen sianida yang sangat beracun, dan sianida kompleks logam memerlukan perlakuan khusus.

    Rafi
    Peserta

    Pada produksi lumpur pengeboran berbasis air, bentonit dihidrasi lebih dulu dalam air, kemudian ditambahkan polimer pengental, pengendali filtrat, pengatur pH (misalnya soda kaustik), inhibitor, dan bahan pemberat seperti barit. Gunakan hopper pencampur bergeser tinggi. Urutan penting karena garam dapat menghambat hidrasi bentonit. Ukur densitas dengan mud balance, viskositas dengan Marsh funnel atau rheometer, serta filtrat dan pH secara berkala.

    Rafi
    Peserta

    Dehidrasi minyak trafo secara vakum bekerja dengan menurunkan titik didih air. Minyak dipanaskan sedang, sekitar 50 sampai 70 derajat Celsius, lalu disemprotkan atau dialirkan tipis di dalam ruang vakum sehingga air menguap tanpa perlu suhu tinggi yang bisa mengoksidasi minyak. Uap air dan gas dihisap pompa vakum, kemudian uap dikondensasikan atau dibuang melalui pemisah.

    Rafi
    Peserta

    Pengolahan minyak trafo di lokasi dapat dilakukan dengan mensirkulasikan minyak dari trafo ke mesin dan kembali lagi melalui selang tertutup. Persiapannya: area kerja rata dan bersih, sumber listrik yang memadai, pentanahan mesin, alat pemadam api, serta prosedur isolasi dan izin kerja. Umumnya trafo dipadamkan selama proses, dan suhu sirkulasi dijaga agar tidak melebihi batas yang ditetapkan pabrikan trafo.

Melihat 6 tulisan - 1 sampai 6 (dari total 6)